BANJARMASIN, KOMPAS.com -- Sejumlah mahasiswa, wartawan, dan relawan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang tergabung dalam Komunitas Peduli Kemanusiaan, Kamis (27/12/2012), menyerahkan dana sebesar Rp 72 juta untuk biaya pengobatan Ilma Nafia (1,5) balita penderita hydranencephaly.
Penyerahan dilakukan langsung kepada pihak keluarga di RSUD Ulin Banjarmasin tempat pasien dirawat dengan disaksikan dokter dan pihak rumah sakit. Dana tersebut berhasil dikumpulkan dari masyarakat umum selama tiga hari terakhir.
Tim dokter RSUD Ulin memastikan tidak akan melakukan operasi terhadap anak pasangan Raudhatul Badiah (16) dan Muhammad Toyib (28), warga Cempaka Hulu, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru itu.D okter akan memberikan nutrisi untuk menguatkan badan pasien.
Menurut Muhammad Isa, Ketua Tim Dokter Bidang Pelayanan Medis RSUD Ulin, penanganan dengan cara operasi dikhawatirkan justru membuat kondisi Ilma melemah. Karena hydranencephaly berbeda dengan hydrocepalus yang otaknya berkembang dan bisa dioperasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.