09 Mei 2013

KOMPAS.com: Terduga Teroris Kebumen Mengaku pada Warga sebagai Penjual Jamu

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Terduga Teroris Kebumen Mengaku pada Warga sebagai Penjual Jamu
May 8th 2013, 23:15

Terduga Teroris Kebumen Mengaku pada Warga sebagai Penjual Jamu

Kamis, 9 Mei 2013 | 05:26 WIB

Dibaca:

Terduga Teroris Kebumen Mengaku pada Warga sebagai Penjual JamuAFP PHOTO/WAUNTARA Tim Gegana dalam pengepungan teroris di sebuah rumah di Kampung Batu Rengat, Desa Cigondewah Hilir Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jabar, Rabu (8/5/2013).

KEBUMEN, KOMPAS.com - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menggerebek para terduga teroris di sebuah rumah kontrakan di Dusun Kembaran, Desa Ungaran, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Rabu (8/5/2013) malam. Di lingkungan tersebut, para terduga mengenalkan diri sebagai penjual jamu.

Berdasarkan informasi dari beberapa warga sekitar, kontrakan itu baru disewa sekitar sepekan hingga 10 hari terakhir. Menurut Wahyuningsih, warga setempat, rumah itu adalah milik almarhum Suswandi, yang kini dikelola mertuanya bernama Maryatun.

Wahyuningsih mengatakan penghuni rumaht tersebut jarang bergaul dengan warga sekitar. Hingga lewat tengah malam, penggerebekan masih berlangsung. Warga dilarang mendekat ke lokasi dan hanya bisa memantau dari jarak terdekat 100 meter. Sebelum penggerebekan, warga di sekitar rumah yang digerebek itu juga sudah diungsikan petugas.

Sebelumnya, Rabu (8/5/2013) petang, di Kabupaten Bandung Kapolri Jendral Timur Pradopo mengatakan penangkapan terduga teroris di Kebumen memang masih pada tahap negosiasi. "Untuk yang di wilayah Kebumen, kita masih melakukan negosiasi. Mudah-mudahan berjalan lancar," kata dia, di lokasi penggerebekan serupa di Kabupaten Bandung.

Menurut Timur, para terduga teroris yang serempak digerebek Densus 88 Mabes Polri di beberapa wilayah terkait dengan beberapa jaringan yang disebut polisi sebagai kelompok teroris Poso, Makassar, Solo, Jakarta, Tambora, dan Bekasi. Sepanjang Rabu (8/5/2013), densus menggerebek dan membekuk setidaknya 11 terduga, dengan tiga di antaranya tewas tertembus timah panas polisi.

Editor :

Palupi Annisa Auliani

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.