20 Mei 2013

KOMPAS.com: Presiden: Kecelakaan Freeport Beda dengan di Chile

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Presiden: Kecelakaan Freeport Beda dengan di Chile
May 20th 2013, 09:56

Presiden: Kecelakaan Freeport Beda dengan di Cile

Penulis : Sandro Gatra | Senin, 20 Mei 2013 | 16:49 WIB

Presiden: Kecelakaan Freeport Beda dengan di CileAP Photo/ PT Freeport IndonesiaFoto yang diambil dan dipublikasikan PT Freeport Indonesia, Jumat (17/5), memperlihatkan tim penyelamat berusaha menjangkau tambang bawah tanah yang runtuh untuk menyelamatkan pekerja yang masih terjebak. Sebanyak 22 pekerja masih terjebak di tambang yang runtuh, Minggu (19/5/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, ia banyak menerima pernyataan dari publik terkait kecelakaan di ruang pelatihan area Tambang Big Gossan di PT Freeport Indonesia, Papua. Penanganan kecelakaan tersebut, kata Presiden, lalu dibandingkan dengan kecelakaan tambang tembaga dan emas di Cile tahun 2010.

"Harus saya jelaskan, situasinya berbeda. Kejadian kecelakaannya juga sangat berbeda," kata Presiden seusai menerima laporan dari jajaran pemerintah terkait proses evakuasi para pekerja di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/5/2013).

Presiden mengatakan, kalau kecelakaan di Cile, para pekerja tambang terperangkap di suatu ruangan setelah akses jalan tertutup. Para pekerja masih bisa berkomunikasi dengan pihak luar serta memiliki logistik. Akhirnya, kata Presiden, mereka berhasil dibebaskan dengan penyelamatan yang memakai teknologi.

"Kejadian di Freeport benar-benar beda. Saat mereka melakukan pelatihan pada hari pertama 40 orang dan hari kedua 38 orang, atap tempat di mana mereka berada runtuh, jatuh. Langsung menimpa mereka-mereka yang sedang melaksanakan pelatihan. Sekali lagi berbeda dengan terperangkap di sebuah ruangan," kata Presiden.

Presiden menambahkan, ia sudah memerintahkan kepada jajaran pemerintah, khususnya TNI, Polri, Basarnas, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk untuk membantu pihak Freeport dalam proses evakuasi. Instruksi Presiden, semua pekerja harus bisa dikeluarkan.

"Bagi saya ukurannya sampai ada kejelasan. Yang bisa diselamatkan, diselamatkan. Kalau tidak bisa diselamatkan dievakuasi dengan baik," kata Presiden.

Seperti diberitakan, korban tewas kecelakaan di terowongan Big Gossan sudah mencapai 11 orang. Sebanyak 10 orang berhasil diselamatkan. Diduga, sebanyak 17 pekerja lain masih terperangkap.

Editor :

Ana Shofiana Syatiri

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.