05 Mei 2013

KOMPAS.com: Insentif Uang untuk Pernikahan Antar-kasta di India

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Insentif Uang untuk Pernikahan Antar-kasta di India
May 5th 2013, 02:04

Insentif Uang untuk Pernikahan Antar-kasta di Indiajaipur.co Pernikahan antar-kasta masih menjadi kendala di India. Sehingga, Negara Bagian Himachal Pradesh sampai memberikan insentif untuk pasangan antar-kasta yang ingin menikah.

NEW DELHI, KOMPAS.com - India hingga saat ini masih memelihara budaya kasta dalam masyarakatnya. Namun, perlahan-lahan beberapa negara bagian berupaya untuk menghapus penyekatan antar-warga ini.

Salah negara bagian yang berupaya perlahan-lahan meninggalkan sistem kasta ini adalah Himachal Pradesh.

Untuk melakukannya pemerintah negara bagian mendorong warganya untuk melakukan pernikahan antar-kasta, bahkan pemerintah menyediakan insentif uang sebesar 75.000 rupee atau sekitar Rp 13,5 juta untuk yang melakukannya.

Untuk mendorong para pemuda dan pemudi untuk melakukan pernikahan antar-kasta, pemerintah negara bagian pimpinan Menteri Utama Virbandra Singh meningkatkan insentif pernikahan tiga kali lipat.

Insentif uang itu diberikan jika salah satu dari pasangan yang akan menikah berasal dari golongan kasta terendah.

"Kami melihat dalam beberapa tahun terakhir insentif sebesar 25.000 rupee tidak terlalu mendorong adanya pernikahan antar-kasta," kata salah seorang pejabat Negara Bagian Himachal Pradesh, MP Sood kepada kantor berita IANS.

Menurut catatan pemerintah, hanya terjadi 1.113 pernikahan antar-kasta selama tiga tahun terakhir.

"Kini kami berharap lebih banyak pasangan, terutama perempuan, yang berani mendobrak penghalang kasta ini," tambah Sood.

Salah satu pasangan antar-kasta yang baru saja menikah, pasangan Aneesh dan istrinya Shweta yakin pilihan untuk menikah ada di tangan para pasangan.

Aneesh, seorang bankir berasal dari kasta rendah. Sementara Shweta, keturunan kasta tertinggia, Brahmana.

"Kami sendirilah yang menghabiskan hidup bersama pasangan, bukan orangtua kami. Keputusan yang kami buat adalah keputusan final," kata Aneesh.

"Dalam kasus kami, kami meyakinkan orangtua kami dan mereka akhirnya setuju. Kami cukup beruntung sebab banyak pasangan lain yang mendapat ancaman bahkan dibunuh atas keputusan seperti ini," tambah Shweta.

Rameshwar Sharma, salah seorang pejabat di Departemen Keadilan Sosial dan Pemberdayan Masyarakat, mengatakan Himachal Pradesh memberikan kesempatan besar untuk warga kasta rendah yang mencapai hampir 25 persen dari 6,8 juta jiwa penduduknya, untuk memperbaiki hidup.

"Mempromosikan pernikahan antar-kasta adalah langkah awal untuk menghapuskan sistem kasta," kata Sharma.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.