21 Mei 2013

KOMPAS.com: Di Semarang, Siswa SD Diculik Mantan Guru Les Privat

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Di Semarang, Siswa SD Diculik Mantan Guru Les Privat
May 20th 2013, 23:55

SEMARANG, KOMPAS.com - Seorang siswa sekolah dasar (SD) Tlogosari Kulon II Semarang, Dimas Dani Saputra (13) menjadi korban penculikan. Pelaku tidak lain adalah mantan guru les privatnya yang juga pernah tinggal satu RT dengan korban.

Dani dibawa pelaku sejak Sabtu (18/5/2013) siang. Pelaku yang diketahui bernama Adit, kemudian berhasil ditangkap di sebuah warung internet di kawasan Tembalang, Semarang Senin (20/5/2013) malam.

Kakak korban, Nina Wulan (20) saat ditemui di Mapolrestabes Semarang mengatakan pada Sabtu siang itu adiknya pamit mau ke rumah temannya. Namun hingga malam justru tidak pulang. Ia kemudian bertanya pada sejumlah teman adiknya dan bilang jika korban pergi bersama pelaku.

"Lalu saya telepon malah yang jawab perempuan, saya tanya dimana adik saya malah jawabnya tidak jelas. Lalu orang itu SMS pakai nomor adik saya itu, isinya mengancam," kata Nina. Kepada keluarga korban pelaku meminta uang Rp 50 juta dengan dalih mau meminjam.

Pelaku berjanji akan mengembalikan secara mencicil. Namun sebelumnya juga ada pesan singkat berisi ancaman agar tidak lapor polisi jika mau adiknya selamat. Nina mengatakan pelaku mengaku sebagai mahasiswa Undip Jurusan Matematika yang sudah drop out (DO) sejak 2008. "Jadi guru les privat adik saya sejak kelas IV SD, dan yang Rp 50 juta itu katanya mau pinjam tapi saya nggak percaya, kalau orang baik-baik pasti minta izinlah ke Ibu waktu ngajak main, ini kan nggak berani, dan nggak mungkin uang itu dikembalikan," tambahnya.

Nina sendiri tampak sangat emosi ketika melihat pelaku yang hendak dibawa ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Semarang. Nina sempat berteriak memaki dan ingin memukul pelaku. Korban merupakan adik satu-satunya Nina, anak dari Wagiyo, seorang sopir Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Provinsi Jateng dan ibunya Sulfa Handayani, ibu rumah tangga.

Saat diculik, korban disembunyikan di sebuah tempat kos di Jalan Gondang Barat, Kecamatan Tembalang. Setelah Adit ditangkap, polisi dan keluarga menjemput Dani.

Sementara itu Ahmad Basri, Ketua RT 12/RW27, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan Semarang mengatakan pelaku tidak lagi dipercaya memberikan les privat. Sebab korban tidak mengalami perbaikan nilai di sekolah. "Diberi les oleh pelaku, tapi malah nggak naik kelas VI. Akhirnya dipecat. Tapi motifnya apa dia bawa anak itu saya tidak tahu, karena sebelumnya memang tetangga dan saling kenal,"katanya.

Berdasarkan informasi, pelaku sempat mengajak orang tua korban bertemu. Namun selalu berpindah-pindah tempat. Korban juga diketahui sempat dibawa ke daerah Wonogiri.

Kapolsek Pedurungan, Kompol Yudi Artowiyono membenarkan adanya peristiwa itu. "Kami bersama Resmob (Reserse Mobil) Polrestabes Semarang melakukan penangkapan, sekarang masih diperiksa," katanya. Dalam kasus ini, selain menangkap pelaku polisi juga mengamankan barang bukti dua sepeda motor yakni Honda City Sport nomor polisi H 3685 MR dan Suzuki Scorpio nomor polisi G 2449 TR.

Editor :

Palupi Annisa Auliani

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.