21 Mei 2013

KOMPAS.com: Cagar Budaya Bekas Asrama Tentara Pelajar Rusak Parah

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Cagar Budaya Bekas Asrama Tentara Pelajar Rusak Parah
May 21st 2013, 01:55

Cagar Budaya Bekas Asrama Tentara Pelajar Rusak Parah

Penulis : Aloysius Budi Kurniawan | Selasa, 21 Mei 2013 | 08:34 WIB

Dibaca:

Cagar Budaya Bekas Asrama Tentara Pelajar Rusak ParahKOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pelajar terpaksa melompati pagar besi yang dipasang di pintu masuk SMA 17 di Jalan Tentara Pelajar, Yogyakarta, yang diduga dipasang oleh pihak yang mengklaim sebagai ahli waris pemilik lahan sekolah tersebut, Kamis (21/3/2013). Sengketa antara pihak ahli waris pemilik lahan dengan pengelola sekolah terus berlangsung dan mengganggu aktivitas belajar para murid yang hendak memasuki masa ujian.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Konflik sengketa lahan SMA 17 di Jalan Tentara Pelajar 24-26, Bumijo, Yogyakarta sejak dua tahun terakhir mengakibatkan bangunan cagar budaya bekas asrama tentara pelajar Resimen Brigade X dan Brigade VII rusak parah. Salah satu pihak yang mengaku diri ahli waris justru membongkar bangunan bersejarah yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak tanggal 2 September 2010 lewat Surat Keputusan Gubernur Nomor 210/KEP/2010.

Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Madya) Jhohanes Marbun mengatakan, bangunan SMA 17 dengan sangat jelas telah ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta tanggal 2 September 2010. Sebelumnya pada tahun yang sama Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta juga menginventarisasi bangunan ini sebagai benda bersejarah.

"Sengketa lahan antar ahli waris justru menghancurkan bangunan cagar budaya ini. Ironisnya, Polisi justru membiarkan proses pembongkaran terjadi. Seharusnya pelaku pembongkaran ditangkap dan harus bertanggungjawab terhadap kerusakan yang ada. Ini adalah peristiwa ironis untuk Yogyakarta yang disebut sebagai daerah yang mengedepankan kebudayaan," ujar Marbun, Selasa (21/5) di Yogyakarta.           

Menurut Marbun, sebagian bangunan SMA 17 merupakan sisa bangunan tua yang dibangun pada masa penjajahan Belanda sekitar akhir abad 19. Pada tahun 1942, bangunan ini sempat digunakan sebagai markas tentara Jepang, lalu tahun 1945 dijadikan asrama tentara pelajar Resimen Brigade X.            

Pada tahun 1949, gedung ini kembali dimanfaatkan tentarap pelajar khususnya Brigade VII sebagai asrama. "Dari sinilah asal usul nama SMA 17. Setelah digunakan sebagai asrama tentara pelajar, gedung ini kemudian dijadikan kantor Yayasan Boedi Oetomo yang kemudian dihibahkan ke Yayasan Pengembangan Pendidikan "TUJUHBELAS" Yogyakarta," paparnya.           

Meski jelas-jelas memiliki nilai sejarah, pada Sabtu (11/5/2013) lalu sejumlah oknum yang diduga kuat merupakan pihak yang mengaku ahli waris merusak bangunan tersebut. Perusakan terus berlanjut sampai dengan Senin (13/5/2013). Tembok-tembok di sekitar bangunan utama dirobohkan dan atap-atap dihancurkan. Kerusakan parah juga terjadi di banguan aula yang merupakan bangunan cagar budaya utama.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.