PARIGI MOUTONG, KOMPAS.com - Pascabentrok antarwarga di Kota Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah tiga hari lalu, situasi keamanan pada Selasa (26/2/2013) mulai berangsur membaik. Namun demikian sejumlah pertokoan terlihat masih tertutup, sementara aparat kepolisian dan TNI Angkatan Darat masih melakukan penyekatan di sejumlah titik rawan bentrok dan perbatasan sejumlah kelurahan.
Aparat TNI Angkatan Darat terus menggelar patroli untuk mengantisipasi bentrok susulan dan memastikan tidak ada lagi kosentrasi massa di sejumlah titik rawan di beberapa kelurahan di Kota Parigi. Patroli dilakukan sambil berjalan kaki.
Penyekatan di beberapa titik rawan bentrok juga tetap dilakukan oleh polisi dan TNI AD. Walau mulai berangsur kondusif sejumlah toko di beberapa titik bentrok belum dibuka oleh pemiliknya. Serakan pecahan kaca, dan beberapa barang lainnya, masih teronggok di luar.
Beberapa warga yang rumahnya dibakar saat bentrokan, mengais-ngais reruntuhan untuk memastikan apakah masih ada barang berharga di lokasi rumah toko mereka. Salah seorang warga Ahmad Badjeber (40) yang rumahnya berdekatan dengan wilayah konflik mengaku masih mengungsikan keluarganya di rumah keluarganya yang aman.
"Tunggu sudah aman betul baru saya bawa anak dan istri saya ke rumah lagi. Sekarang belum berani takut bentrok lagi," kata Badjeber.
Saat ini, tidak kurang dari lima Satuan Setingkat Pleton (SSP) aparat kepolisian dari Satuan Brimob dan Satuan Perintis dengan patroli motor Polda Sulteng, serta dua Satuan Setingkat Kompi TNI AD terus disiagakan.
Editor :
Glori K. Wadrianto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.