01 Februari 2013

KOMPAS.com: Proses Evakuasi Agustinus Diserahkan kepada Polisi

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Proses Evakuasi Agustinus Diserahkan kepada Polisi
Jan 31st 2013, 22:35

Proses Evakuasi Agustinus Diserahkan kepada Polisi

Penulis : Zico Nurrashid Priharseno | Jumat, 1 Februari 2013 | 04:15 WIB

Dibaca:

Proses Evakuasi Agustinus Diserahkan kepada PolisiKOMPAS.com/M Latief Seorang pria terlihat dipaksa turun dari tower listrik di seberang Jakarta Convention Center, Kamis (31/1/2013). Polisi dan petugas pemadam kebakaran dikerahkan.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengacara Agustinus Worowuly, si pemanjat tower listrik di Jalan Gatot Subroto, akhirnya menyerahkan proses evakuasi kliennya kepada kepolisian setelah dia tidak berhasil membujuk Agustinus agar turun dari tower tersebut.

Sebelumnya, petugas pemadam kebakaran kembali dikerahkan untuk melakukan negosiasi dengan Agustinus untuk segera turun dari tower listrik di Jalan Gatot Soebroto yang ia panjat sejak pagi tadi.

Satu mobil tangga pemadam kebakaran Jakarta Pusat kembali datang sekitar pukul 20.00 WIB untuk membujuk Agustinus agar segera turun dari tower listrik.

Jonner Sipangkar dan Agustinus Payong Dosi, pengacara yang pernah menangani kasus Agustinus Worowuly, diutus untuk melakukan mediasi beserta dua petugas pemadam kebakaran lainnya. Namun, keempat orang tersebut gagal membujuk Agustinus untuk segera turun dari tower listrik setinggi 25 meter tersebut.

"Dia makin kabur ke atas dan bahkan kita mau dilempar kayu. Mungkin dia tak melihat wajah kita karena gelap," ujar Jonner, Kamis (31/1/2013).

Proses ini sempat mengalami kendala lantaran Agustinus berada pada fase S tower tersebut. Fase S ialah tempat besi pada tower untuk penyambung kabel.

"Gak bisa mendekat kalau di fase S karena bisa meledak kabelnya kena radiasi. Jarak lima meter sudah tidak bisa karena tangganya dari logam, itu bisa langsung meledak. Ini kabel VIP karena kabelnya nyambung ke Polda sama DPR, jadi tidak boleh padam," kata Wawan, koordinator kontrol line PLN Jakarta Pusat.

Setelah tidak dapat membujuk untuk turun, Jonner mengatakan akan menyerahkan proses evakuasi kepada pihak kepolisian. "Kita serahkan kepada polisi. Mau dievakuasi paksa pakai helikopter atau ada cara lainnya, kita serahkan semuanya kepada polisi," ujarnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.