SITUBONDO, KOMPAS.com — Seorang pemuda mencoba bunuh diri gara-gara dilarang oleh orangtuanya untuk bertunangan dengan perempuan yang dicintainya. Abdul Halim, warga Desa Jetis, Kecamatan Besuki, Situbondo, Jawa Timur, itu mencoba mengakhiri hidup dengan menenggak racun serangga, Kamis (31/1/2013).
Halim pun dilarikan ke Puskesmas Besuki. Pemuda penganggur itu tergolek lemas dan mendapat perawatan secara intensif dari petugas medis di Unit Perawatan Fisik (UPF) di Puskesmas Besuki, Kamis (31/1/2013).
Dari keterangan yang dihimpun, Halim langsung mengambil botol yang berisi cairan obat serangga serta langsung meminum obat serangga yang diketahui jenis furadan (pembasmi hama padi) setelah niatnya bertunangan tidak direstui orang tuanya. Beruntung, seorang kerabatnya mengetahui perbuatannya sehingga Halim yang terkapar dan kejang-kejang langsung dilarikan ke puskesmas.
"Saya kaget melihat Halim terkapar dan kejang-kejang, yang saya tahu dia dilarang untuk bertunangan oleh orang tuanya. Mungkin itu yang membuat Halim berbuat nekat. Kalau soal bertunangan, kenapa tidak berusaha bersabar dan meyakinkan orangtuanya. Kalau seperti ini, dia sendiri yang rugi. Masih untung dia langsung ada yang tahu saat minum racun," ujar seorang kerabat yang tidak mau disebutkan namanya.
Menurutnya, Halim memang sedang jatuh hati pada seorang gadis dan berniat hubungan itu ke jenjang pertunangan. Namun, kedua orang tuanya kurang setuju dengan niat baik putranya.
"Akibat aksi bunuh dirinya itu, korban mengalami pembengkakan pada bagian lambung akibat reaksi racun. Selain itu, korban juga mengalami pusing kepala serta mual-mual," terang Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.