27 Oktober 2012

KOMPAS.com: Ketua Panitia Kurban Bawa Kabur Puluhan Juta Rupiah

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Ketua Panitia Kurban Bawa Kabur Puluhan Juta Rupiah
Oct 26th 2012, 22:20

MEDAN, KOMPAS.com - Saat kegembiraan warga Medan merayakan Idul Adha 1433 Hijriyah, Jumat (26/10/2012), kabar kurang sedap berembus dari panitia kurban satu masjid di Medan.

Seorang ketua panitia kurban dilaporkan melarikan duit kurban yang jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah. Hari Jumat pagi, warga di Jalan Brigjen Katamso Gang Intan Lingkungan 11, Medan, kecewa, karena tak dapat daging kurban.

Beberapa warga berkali-kali menghardik sembari menunjuk rumah bernomor 8C di gang tersebut, dan sesekali menyebut nama Istofa. Hari itu, kekecewaan tampak pada ratusan warga di seputaran gang tersebut.

Ketua Panitia Kurban M Taif Istofa melarikan diri dan membawa uang dana kurban yang sudah terkumpul melalui Badan Kenaziran Masjid (BKM) Musala Al-Karim, jauh-jauh hari sebelum datangnya hari besar Idul Adha.

"Sebelumnya dia bertindak sebagai penyedia hewan kurban saja, tetapi karena tahun ini ketua kurban yang lama diangkat sebagai ketua BKM, otomatis tidak bisa merangkap jabatan," kata Sekretaris Panitia Kurban Mushala Al Karim, Muhammad Fauzi.

"Atas dasar itu, beberapa pengurus di musala menunjuk Istofa menjadi ketua panitia kurban menggantikan panitia kurban yang lama," katanya lagi.

Fauzi menceritakan, warga sama sekali tidak curiga kepada Istofa. Kecurigaan mencuat ketika Kamis (25/10/2012) pukul 24.00 WIB, tak seekor pun hewan kurban didapati.

Padahal, pada pelaksanaan kurban pada tahun-tahun sebelumnya, hewan yang akan disembelih biasanya sudah tiba pukul 00.00 WIB. Karena curiga, beberapa pengurus musala menghubungi nomor telepon seluler Istofa. Namun sayang, nomor yang dituju tidak aktif.

Beberapa pengurus dan panitia pun mendatangi rumah Istofa, yang berjarak sekitar 20 meter dari musala.

"Saat kami hubungi ponselnya tidak aktif. Kami kemudian mendatangi rumahnya. Istrinya yang kami tanyai juga tak mengetahui keberadaan sang suami. Tetapi sang istri sempat mengatakan, suaminya ke tempat orangtuanya di Tanjungmorawa atau di kawasan Galang," ujarnya.

Berdasarkan penuturan Fauzi, paling tidak pada perayaan Idul Adha panitia mestinya menyembelih delapan ekor lembu dan satu ekor kambing.
Bila dikonversi ke harga satu ekor lembu, Rp 8 juta lebih, maka Istofa setidaknya membawa kabur duit sebesar Rp 48 juta. Dari jumlah hewan kurban itu, panitia telah membagi-bagikan 239 kupon.

"Yang jelas kami sangat kecewa. Tidak hanya panitia, warga yang memperoleh kupon pun jadi kasihan, sudah berharap mendapat daging, tetapi tiba di sini malah tidak ada," ujarnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.