31 Oktober 2012

KOMPAS.com: Militan Tembak Mati Komedian Somalia

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Militan Tembak Mati Komedian Somalia
Oct 30th 2012, 19:33

AFP Pemerintah AS menerbitkan peringatan terbaru bagi warganya di luar negeri. Mereka antara lain diminta untuk menghidari wilayah Somalia.

MOGADISHU, KOMPAS.com - Warsame Shire Awale, seorang komedian dan musisi terkenal Somalia, tewas ditembak sekelompok orang bersenjata, Senin (29/10/2012) malam waktu setempat.

Polisi menduga Awale dibunuh karena pernah melemparkan gurauan terkait kelompok militan Al Shabab di ibu kota, Mogadishu. Ini adalah kasus terbaru serangkaian pembunuhan tokoh media dan budaya Somalia.

"Orang bersenjata membunuhnya. Kami kini tengah menyelidiki kasus ini dan pembunuhnya akan kami bawa ke muka hukum," kata Kepala Kepolisian Somalia, Ahmed Hassan Malin, kepada wartawan, Selasa (30/10/2012).

"Dua orang bersenjata menembak Awale di dekat kediamannya di Distrik Waberi. Dia tewas tak lama setelah tiba di rumah sakit," kata Abdi Mohamed Haji, rekan kerja Awale di Radio Kulmiye.

Pembunuhan Awale ini menyusul kasus pembunuhan terhadap komedian lain, Abdi Jeylani Malaq Marshale pada Agustus lalu. Abdi Jelayne juga bekerja di Radio Kulmiye.

Awale (61), memiliki program yang cukup populer di kalangan muda Somalia. Dalam program itu, Awale melempar kritik dan gurauan terkait Al Shabab. Dia menyoroti penyalahgunaan Syariah Islam oleh Al Shabab dalam upayanya menguasai negeri di Tanduk Afrika itu.

Penyiar kawakan ini sebenarnya tengah merencanakan skenario darama radio yang menceritakan kesulitan hidup warga yang tinggal di kawasan yang dikuasai militan Al Shabab.

"Mengkritik Al Shabab, dia sudah mengetahui risikonya," ujar sepupu Awale, Mohamed Abdiweli.

Semengtara itu, kelompok Al Shabab membantah telah membunuh Awale. Salah seorang petinggi Al Shabab, Ali Mohamed Hussein justru menduga pasukan pemerintah yang membunuh Awale.

"Dia adalah seorang lelaki tua dan kami tak berniat membunuhnya. Menyalahkan kami adalah langkah yang sarat muatan politik," kata Mohamed Hussein.

Di Jenewa, Swiss, Badan HAM PBB, menyatakan keprihatinannya atas kasus pembunuhan ini dan mendesak pemerintah Somalia segera menangkap pelakunya.

"Kami prihatin dengan berlanjutnya serangan dan pembunuhan terhadap pekerja media dan jurnalis Somalia oleh Al Shabab dan kelompok lainnya," ujar Rupert Colville, juru bicara Komisioner PBB untuk masalah HAM, Navi Pillay.

Organisasi pengawas hak-hak jurnalis Reporters Without Borders (RSF) menyebut tahun 2012 merupakan "tahun paling mematikan" bagi jurnalis di Somalia. Angka kematian jurnalis tahun ini sudah melampaui 2009 dengan sembilan orang tewas.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.