ISTANBUL, Kompas.com - Petenis Belarusia, Victoria Azarenka, memastikan diri akan mengakhiri tahun 2012 dengan status pemain nomor satu dunia. Posisi itu berhasil dipertahankannya, setelah dia meraih kemenangan 7-6, 6-3 atas pemain China, Li Na, dalam pertandingan terakhirnya di babak penyisihan Grup Merah turnamen WTA Championships, Jumat (26/10/2012).
Ya, juara Australia Terbuka ini hanya memerlukan dua kemenangan untuk tetap menyandang predikat pemain nomor satu dunia. Ternyata misi itu berhasil diembannya, karena pada pertandingan pembuka, Rabu (24/10), dia mengalahkan petenis Jerman, Angelique Kerber. Meskipun di laga kedua dia menyerah dari Serena Williams, tetapi Azarenka bisa meraih kemenangan kedua atas Li Na.
Kemenangan di fase penyisihan yang menggunakan sistem round-robin ini pun memastikan Azarenka melangkah ke final sebagai runner-up grup. Dia mendampingi Williams, petenis nomor tiga dunia asal Amerika Serikat, yang lolos dengan hasil sempurna karena menyapu bersih tiga pertandingan yang telah dilakoninya.
Sebagai runner-up, di semifinal Azarenka akan bertemu petenis cantik asal Rusia, Maria Sharapova, yang lolos ke semifinal dengan status juara Grup Putih. Pemain nomor dua dunia ini pun lolos dengan kemenangan sempurna, setelah pada laga pamungkas penyisihan grup, menang 6-0, 6-3 atas petenis Australia, Samantha Stosur.
Sementara itu, Williams akan bertemu petenis Polandia, Agnieszka Radwanska. Pemain nomor empat dunia ini lolos sebagai runner-up Grup Putih, setelah di laga terakhir menang 6-7, 7-5, 6-4 atas pemain Italia, Sara Errani, dalam pertandingan yang membuat rekor sebagai duel terlama dalam WTA Championships, yakni selama 3 jam 29 menit.
Azarenka menjadi orang ke-11 yang mengakhiri sebuah musim sebagai pemain nomor satu dunia, sejak WTA menerapkan sistem ranking pada tahun 1975, serta menjadi yang kelima dalam abad ini.
"Sulit dipercaya bahwa seorang gadis kecil dari Belarusia masuk dalam daftar itu," ujar Azarenka, pemain berusia 23 tahun ini. "Tetapi ini merupakan prestasi yang luar biasa.
"Ketika saya mulai bermain tenis, saya memiliki gambaran besar di kepalaku bahwa saya ingin berada di sana. Kembali lagi, itu terasa sangat jauh. Ini seperti menyentuh langit," tambah Azarenka.
Editor :
Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.