28 Oktober 2012

KOMPAS.com: Jarah Selama Protes, Polisi Panama Tangkap 202 Orang

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Jarah Selama Protes, Polisi Panama Tangkap 202 Orang
Oct 27th 2012, 23:19

Jarah Selama Protes, Polisi Panama Tangkap 202 Orang

Minggu, 28 Oktober 2012 | 06:14 WIB

Dibaca:

AFP Anggota kepolisian Panama City berjaga-jaga saat terjadi protes besar-besaran di kota itu mengenai peraturan penjualan tanah, Jumat (26/10/2012).

PANAMA CITY, Kompas.com - Polisi Panama menangkap 202 orang pekan ini karena mereka menjarah banyak toko terkenal di ibukota negeri itu selama protes terhadap peraturan kontroversial penjualan lahan.

Polisi menyatakan kebanyakan orang yang ikut dalam protes tersebut sebelum penjarahan mencuri barang dari toko listik di dekat gedung Dewan Perwakilan Nasional, kendati mereka juga mengobrak-abrik restoran.

Stasiun televisi lokal menayangkan gambar mobil yang rusak dan jendela yang pecah di beberapa gedung kantor. Menurut polisi, seorang letnan cedera di Colon, dan dua orang lagi dilaporkan cedera di Panama City.

Sebagian warga mengatakan kekacauan tersebut mengingatkan mereka mengenai penjarahan yang terjadi setelah serbuan AS ke Panama pada 20 Desember 1989. Demikian laporan Xinhua.

Ketegangan menyebar sejak Jumat (26/10/2012) pagi, ketika beberapa jalan diblokir di Panama City dan Colon, kota terbesar kedua di Panama, oleh pekerja dari serikat pekerja bangunan yang menentang peraturan penjualan tanah.

Para pekerja menuntut pembatalan peraturan itu, yang diusulkan dan disetujui oleh pemerintah bagi penjualan lahan di Zona Perdagangan Bebas Colon (CFTZ), di Atlantik Panama. Protes terus berlangsung kendati pemerintah pada Jumat mengumumkan peraturan tersebut akan dicabut.

Pemrotes yang menjarah toko akan dipandang sebagai penjahat, kata Menteri Kepresidenan Panama Roberto Henriquez. Ia menambahkan ia berharap kerusuhan segera berhenti, setelah keputusan pemerintah untuk membatalkan peratuan yang memicu protes itu.

Pada Jumat pagi, Presiden Panama Ricardo Martinelli mengatakan melalui akun Twitter-nya selama kunjungan di Vietnam bahwa ia akan membatalkan peraturan tersebut ketika ia kembali ke negerinya.

Sumber :

Ant, Xinhua, Oana

Editor :

Aloysius Gonsaga Angi Ebo

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.