27 Oktober 2012

KOMPAS.com: Hocru Evakuasi Orangutan yang Mengganggu Warga

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Hocru Evakuasi Orangutan yang Mengganggu Warga
Oct 26th 2012, 17:22

MEDAN, KOMPAS.com - Yayasan Orangutan Sumatera Lestari - Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) melalui Human Orangutan Conflict Response Unit (HOCRU) mengevakuasi orangutan sumatera karena terlibat konflik dengan warga.

Orangutan bernama Bagong itu dianggap warga Desa Namo Unggas, Tangkahan, Kabupaten Langkat sebagai ancaman bahaya. Warga menjadi ketakutan saat pergi ke kebun, khawatir bertemu Bagong.

Menurut Krisna, Koordinator HOCRU, sebelumnya muncul laporan masyarakat pada 20 Oktober lalu tentang keberadaan Bagong yang kerap menumbulkan ketakutan karena merusak kebun. Pihaknya lantas mendeteksi lokasi terakhir Bagong bersarang.

Beratnya medan Tim HOCRU membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk mengevakuasi orangutan berbobot sekitar 90 kilogram tersebut. Setelah ditangkap, Bagong dilepasliarkan di Hutan Sei Betung, taman Nasional Gunung Leuser.

"Lokasi ini dipilih dengan berbagai pertimbangan dan pengamatan oleh tim," ujar Krisna didampingi  dokter hewan Ricko Jaya selaku veterinarian HOCRU, di Medan, Jumat (26/10/2012).

Selain ditangani oleh tim HOCRU, Pihak BKSDA Sumut yang diwakili oleh Sudarmin dan Tim Restorasi Kelompok Tani Pelindung Leuser juga turut serta dalam proses penyelamatan orangutan jantan dominan itu. Pelepasliaran Bagong tanpa melalui karantina. Ini diputuskan tim setelah dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter hewan.

Secara umum kesehatan orangutan ini sangat baik, begitu juga dengan pola dan aktivitas makannya selama monitoring. Dari gigi, Bagong diperkirakan berumur 30-35 tahun.

"Berdasarkan data yang kami kumpulkan, masih banyak lagi orangutan yang terisolir di kawasan perkebunan masyarakat dan perkebunan swasta disekitar Aceh dan Sumatera Utara.

HOCRU memastikan sedikitnya 55 orangutan yang harus segera mendapatkan perlakuan yang sama seperti bagong," kata Krisna.

Sementara itu, selama periode 2012 HOCRU telah mengevakuasi sebanyak 13 orangutan dari perkebunan swasta dan perkebunan masyarakat, serta menyita 3 orangutan peliharaan dari masyarakat di regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

"Translokasi yang dilakukan pada orangutan terisolasi perlu dilakukan, sebagai langkah terakhir demi menyelamatkan spesies dilindungi ini. Relokasi ini dilakukan dengan prosedur penyelamatan yang sudah memadai sehingga peluang orangutan terluka dapat diminimalisasi" kata Panut Hadisiswoyo, direktur YOSL-OIC menambahkan. 

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.