DAMASKUS, KOMPAS.com - Gencatan senjata, yang didukung masyarakat internasional di Suriah dan berlaku Jumat pagi (26/10/2012), dinodai oleh kerusuhan yang terus berlanjut, dan beredar laporan mengenai bentrokan, serangan serta ledakan yang mengguncang negeri itu pada hari Idul Adha, Hari Raya Idul Adha.
Komando umum Angkatan Darat Suriah menuduh gerilyawan bersenjata berada di belakang sejumlah pelanggaran terhadap gencatan senjata itu, yang telah diajukan oleh utusan internasional untuk Suriah Lakhdar Brahimi.
Utusan khusus PBB-Liga Arab tersebut telah melakukan misi ulang-alik di antara negara di wilayah itu guna mendorong gencatan senjata sebagai awal dari penghentian lebih lanjut kerusuhan di negara Arab tersebut.
Di dalam satu pernyataan yang disiarkan oleh media negara, komando umum Angkatan Darat mengatakan kelompok bersenjata melepaskan tempat ke satu pos pemeriksaan militer pada pukul 07.15 waktu setempat (11.15 WIB) di Provinsi Daraa. Mereka juga menyerang empat lokasi militer pada pukul 07.00 waktu setempat (11.00 WIB) di Provinsi Idlib di bagian utara negeri itu.
Pernyataan tersebut juga melaporkan pelanggaran serupa di Provinsi Deir az-Zour di bagian timur, Provinsi Homs di Suriah tengah, dan pinggir Damaskus, kata Xinhua.
Sejalan dengan hak militer untuk membalas setiap agresi dan kesepakatan gencatan senjata, Angkatan Darat telah menanggapi aksi para penyerang dan menghadapi mereka, kata pernyataan itu.
Tepat setelah dikeluarkannya pernyataan militer tersebut, dua bom mobil meledak, masing-masing, di Damaskus dan Daraa, sehingga merenggut puluh korban jiwa.
Satu ledakan bom mobil menewaskan 20 orang di pinggiran Damaskus, Daf ash-Shouk, kata media setempat --yang menambahkan anak-anak termasuk di antara korban tewas.
Satu mobil lain yang diisi bom meledak di Lapangan al-Mahata di Daraa dan membuat 11 orang cedera, termasuk beberapa orang yang berada dalam kondisi serius.
Jumat pagi, protes anti-pemerintah dilancarkan di sejumlah tempat bergolak di Suriah, setelah shalat Idul Adha, kata beberapa pegiat. Protes dilaporkan telah berlangsung di pinggiran Damaskus, Hajar al-Aswad, Joubar dan Qaboun, serta Provnisi Daraa.
Di Provinsi Idlib, kata Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia --yang berpusat di Inggris, bentrokan terjadi di sekitar Wadi Ad-Dayf, sebelah timur Kota Kecil Ma'arat An-Nu'man, antara pasukan pemerintah dan petempur oposisi, termasuk petempur dari kelompok Fron An-Nusra, yang memiliki kaitan dengan Al Qaeda.
Observatorium tersebut menyatakan tujuh orang tewas setelah gencatan senjata diberlakukan pada Jumat, sementara Komite Koordinasi Lokal, jaringan lain pegiat, menyebutkan korban jiwa berjumlah 94.
Sumber :
Ant, Xinhua, Oana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.