01 Mei 2013

KOMPAS.com: Membaca Komentar "Misteri Gajah Mada Islam"

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Membaca Komentar "Misteri Gajah Mada Islam"
May 1st 2013, 00:34

Oleh : Miyu Kapika *) wartawan budaya, jebolan FIB UI.
 
Membaca artikel "Membahas Sejarah "Misteri Gajah Mada Islam" oleh Sufyan Al-Jawi di www.kompas.com yang dibaca oleh 44 ribu lebih pembaca dalam tempo 3 hari, sungguh sangat menarik dan sangat fenomenal.

Juga menarik untuk melihat dan menilai komentar-komentar yang mencapai 190 komentar yang 90%nya bernada miring, namun jempol / likes yang "memuji" artikel itu berjumlah 187 jempol dan pembahasan di twitter 1.018 tweet.
TOP RATING

Artikel-artikel yang ditulis oleh Viddy Ad Daery maupun Sufyan Al-Jawi memang tampaknya sering menduduki top rating di www.kompas.com , baik karena isu-isunya baru, menarik dan berpotensi kontroversial, maupun karena sudut pandang mereka yang baru, kebanyakan tidak disukai oleh masyarakat yang memang selalu cenderung jumud, taqlid dan cupet, itu sudah kecenderungan umum di manapun juga.

Artikel-artikel mereka silahkan search atau cari di www.kompas.com atau via mesin pencari www.google.co.id dimana rata-rata dibaca puluhan ribu pembaca dan diberi komentar lebih dari 50 komentar, meski ada beberapa artikel yang "mesin penghitung pembaca"nya rusak, sehingga pencapaian puluhan ribu tiba-tiba didrop jadi Cuma beberapa ratus.

Bahkan penghitungan komentarnya juga didrop jadi 0, namun anehnya barisan komentar masih bisa dibaca hingga lebih dari 50 komentar. Jadi hitungan angka oleh mesin penghitung di atas tidak sejalan dengan kenyataan. Hal itu terjadi setelah menurut redaktur www.kompas.com ,"mesin penghitung bisa rusak sewaktu-waktu".

Seperti biasanya, komentar-komentar didominasi oleh pikiran-pikiran yang cupet, bernalar sempit dan menggelikan karena anti-logika.

Yang paling jelas adalah pada komentar-komentar di artikel ""Membahas Sejarah "Misteri Gajah Mada Islam" yang mulai dimuat Kamis 25 April 2013. Komentar-komentar itu 100 % mengaku belum membaca buku novel "Misteri Gajah Mada Islam", tetapi komentarnya langsung menghantam, menghakimi dan menjelek-jelekkan. Tentunya itu menunjukkan kadar kebodohan mereka yang luar biasa.

Sebab jika mereka membaca novel "Misteri Gajah Mada Islam" tentu mereka kecele, karena novel yang kini sedang diburu orang itu justru memaparkan, bahwa "kemungkinan Gajah Mada beragama Islam secara resmi" itu belum jelas, dan agak diragukan oleh si tokoh utama dalam cerita, yaitu Pendekar Sendang Drajat.

Yang paling keterlaluan adalah ada beberapa komentar yang merujuk kepada foto "Patung Dwarapala" yang jelas-jelas berhidung mancung, tapi oleh mereka dikatakan "berhidung pesek". Dengan itu, sah kita katakan bahwa mereka berstatus buta mata dan buta hatinya.

KEBEBASAN TEKNOLOGI IT
Sayangnya, semua kebodohan dan kejahatan para komentator di atas dibungkus oleh sikap kepengecutan, karena mereka rata-rata bersembunyi di balik "nama palsu" sehingga mereka bisa bersuara sejahat apapun tanpa takut diketahui siapakah mereka sebenarnya, meski www.kompas.com menerapkan sanksi bahwa komentar paling jahat dan mengandung SARA akan dihapus secara otomatis. Toh begitu, 90 % komentar yang lolos dari hukuman redaksi tetap bermuatan SARA yang amat jahat.

Inilah buah dari "kebebasan" yang dihasilkan dari kemajuan teknologi IT, sehingga "kaum dajjal" bermunculan dengan menumpang kemajuan IT, dan memang itulah ciri akhir zaman. Cara yang paling mungkin untuk bisa ditempuh guna menebus kepengecutan itu adalah pertemuan dan diskusi terbuka face to face, dan mereka yang pengecut ditantang untuk berani bertemu muka dan beradu argument dengan sang penulis.

Menurut Viddy Ad Daery, dirinya selalu siap bertemu dalam forum terbuka, dan dia menunggu adanya sponsor untuk sebuah acara mempertanggungjawabkan novel "Misteri Gajah Mada Islam"nya. Menurut Viddy, dirinya pernah ditantang oleh direktur sebuah penerbit buku terkenal untuk di"duel meet"kan dengan puluhan "penentang" novelnya. Sayangnya, ketika Viddy menyatakan siap, ternyata direktur penerbit itu menyatakan batal, karena melihat kenyataan bahwa Viddy bersedia tampil, dan sebaliknya justru para teman-teman dari direktur penerbit yang menentang Viddy justru mulai ragu-ragu.

Weleh-weleh….itulah fenomena akhir zaman….

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.