WASHINGTON, KOMPAS.com - Seorang jaksa distrik Texas dan istrinya ditemukan tewas di rumah mereka. Itu merupakan pembunuhan kedua terhadap seorang jaksa AS di kantor yang sama dalam waktu kurang dari dua bulan. Maka, kasus kedua itu langsung memicu kekhawatiran akan adanya sebuah rencana besar di balik dua kasus pembunuhan tersebut.
Januari lalu, asisten jaksa distrik Kaufman County, Mark Hasse, 57 tahun, yang dilaporkan tengah menyelidiki kelompok Aryan Brotherhood, sebuah kelompok berpaham bahwa orang kulit putih mengungguli ras-ras lainnya (white supremacist), ditembak mati di luar sebuah gedung pengadilan di sebuah kota kecil di Texas.
Hari Sabtu, jaksa wilayah itu, Mike McLelland, dan istrinya, Cynthia Woodward McLelland, ditemukan tewas tertembak di rumah mereka.
"Ini mengejutkan," kata Kepala Kepolisian Kaufman, Chris Aulbaugh, kepada Dallas Morning News. "Mengejutkan apa yang terjadi dengan Mark Hasse, dan sekarang Anda bisa membayangkan kejutan ganda," katanya. "Sampai kita tahu apa yang terjadi, saya benar-benar tidak bisa memastikan bahwa (dua kejadian) itu terkait, tetapi Anda harus selalu berasumsi sampai itu terbukti sebaliknya."
Harian itu melaporkan bahwa pihak berwenang memberikan penjagaan keamanan di rumah orang-orang lain yang takut bahwa mereka juga bisa menjadi target. "Semua orang sedikit tegang dan sedikit terkejut," kata Walikota Forney, Darren Rozell, kepada Associated Press. "Tampaknya ini bukan tindakan acak."
Setelah pembunuhan Hasse, McLelland tampil bahu-membahu bersama sheriff wilayah dan kepala polisi Kaufman. Ia bersumpah untuk menemukan mereka yang bertanggung jawab dan merujuk kepada tersangka atau para tersangka sebagai "sampah".
"Saya berharap bahwa orang-orang yang melakukan hal ini menonton, karena kami sangat yakin bahwa kami akan menemukan Anda, kami akan menarik Anda keluar dari lobang mana pun atau apau Anda berada, kami akan membawa Anda dan membiarkan orang-orang Kaufman County menuntut Anda dengan hukuman maksimal," katanya kepada wartawan.
Sebuah buletin yang beredar luas di negara bagian itu pada Desember mengatakan Aryan Brotherhood, sebuah sindikat kejahatan terorganisasi, "secara aktif merencanakan pembalasan terhadap para aparat penegak hukum", lapor Morning News.
November lalu, sebuah dewan juri federal di Houston mendakwa lebih dari 30 pemimpin senior dan anggota lain dari geng orang-orang kulit putih atas tuduhan pemerasan. Dakwaan itu bermula dari investigasi yang dipimpin oleh sebuah gugus tugas multi-lembaga yang mencakup para jaksa Kaufman County dan para petugas dari tiga kantor kejaksaan lain.
Pihak berwenang juga menyelidiki apakah penembakan terhadap Hasse terkait dengan pembunuhan seorang kepala penjara Colorado pada 19 Maret. Tersangka dalam penembakan itu adalah Evan Spencer Ebel, 28 tahun, seorang penganut white supremacist dengan sejarah kriminal yang mencakup satu dekade, yang ditembak dan tewas setelah baku tembak dengan deputi sheriff.
Namun harian itu melaporkan, pihak berwenang tidak menemukan adanya kaitan antara Ebel dengan pembunuhan Hasse.
Editor :
Egidius Patnistik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.