01 April 2013

KOMPAS.com: Mumpung Harga Tinggi, Petani Kembali Menanam Cabai

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Mumpung Harga Tinggi, Petani Kembali Menanam Cabai
Apr 1st 2013, 02:58

Mumpung Harga Tinggi, Petani Kembali Menanam Cabai

Penulis : Kontributor Polewali, Junaedi | Senin, 1 April 2013 | 09:28 WIB

Dibaca:

Mumpung Harga Tinggi, Petani Kembali Menanam CabaiKOMPAS.com/ Junaedi Petani di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, beralih menanam cabai karena harganya yang saat ini tinggi.

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Harga cabai yang menguntungkan hingga Rp 20.000 di tingkat petani atau Rp 25.000 di tingkat pedagang membuat sejumlah petani di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kini kembali beralih menanam cabai.

Sejumah petani bahkan mengalih fungsikan lahan padi mereka menjadi areal tanaman cabai karena dinilai lebih menguntungkan. Mereka berharap saat puncak panen cabai dua bulan mendatang harga cabai di pasaran tetap menguntungkan petani seperti hari ini.

Puluhan petani di kecamatan wonomulyo Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kini kembali menanam lahannya dengan cabai setelah sebelumnya berganti-ganti menanam tomat, sawi, mentimun dan terung, yang dianggap menguntungkan.

Para petani berharap harga cabai yang cukup tinggi sekarang ini bertahan cukup lama agar mereka bisa memetik untung yang lumayan dan tidak lagi berganti-ganti tanaman.

Abdul Mutalib, seorang petani di Kecamatan Wonomulyo, mempekerjakan empat orang untuk menanam dan merawat kebun cabainya. Dia memberi honor setiap orang Rp 40.000 per hari. Abdul Mutalib berharap, tanaman cabainya sudah bisa dipanen sebulan ke depan. Tentu dengan harga yang menguntungkan pula.

Dia sudah menghitung penghasilan yang bisa didapatnya dari tanaman cabainya itu. Dengan setengah hektare kebunnya saja, ujar Abdul Mutalib, bila harga cabai di tingkat pedagang seperti sekarang ini yaitu Rp 25.000 per kilo, maka dia bisa mendapat untung Rp 12 juta.

Abdul Mutalib mengatakan, selama masa produksi yang berlangsung hingga dua bulan, dia bisa memanen cabai sekali dalam dua pekan. Dengan itu dia merasa tidak mengalami kesulitan dengan biaya operasional, termasuk untuk menggaji karyawannya.

Para petani di desa itu berharap harga cabai semakin menguntungkan pada bulan-bulan menjelang Ramadhan, di saat harga semua barang kebutuhan pokok, termasuk sayuran, melonjak karena permintaan tinggi.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.