JAKARTA, KOMPAS.com - Laga Liga Kompas Gramedia (KG) U-14 pekan ke-13, Minggu ini, adalah laga kedua sejak aturan waktu bermain minimum 15 menit bagi setiap pemain peserta Liga KG U-14 diterapkan secara ketat. Komite Liga KG U-14 telah menyosialisasikan aturan tersebut kepada sekolah sepak bola peserta kompetisi dan mulai melaksanakan secara ketat sejak laga pekan ke-12, Minggu (24/3).
Aturan itu kembali ditegaskan oleh Komite Liga KG U-14 karena pada gelaran musim 2013 masih banyak pemain yang hanya dimainkan beberapa menit atau bahkan tidak dimainkan. Di sisi lain, ada pemain andalan yang dimainkan sejak kick off sampai pertandingan usai. Hal itu bertolak belakang dengan semangat pembinaan, yaitu semua pemain mendapat kesempatan yang sama.
Wakil Direktur Kompetisi Liga KG U-14 Dede Supriadi, Sabtu (30/3), di Jakarta, mengutarakan, aturan tersebut sudah berjalan, setiap sekolah sepak bola (SSB) masih harus diingatkan. Komite liga akan memberikan peringatan lisan ataupun tertulis kepada SSB yang belum menaati aturan waktu bermain minimal.
Dede mengungkapkan, penyebab adanya pemain yang dimainkan kurang dari 15 menit, antara lain, akibat keterbatasan jumlah pemain. "Bisa jadi pemainnya tidak pernah latihan, pemain lebih konsentrasi ke sekolah atau pemain tiba-tiba sakit sehingga SSB kekurangan pemain," katanya.
Problem bagi pelatih
Bagi para pelatih, aturan waktu bermain minimal 15 menit menjadi problem, tetapi mereka mematuhi aturan tersebut demi pembinaan usia dini.
Pelatih SSB GOR Ragunan M Yunus mengatakan, aturan itu membuat setiap pemain harus dimainkan tanpa memandang kemampuan fisik dan teknik. Itu sebabnya Ragunan sering kalah karena kemampuan pemain tidak merata.
"Pelatih harus bisa mengatur siapa yang main di awal dan siapa yang main belakangan. Saat ini tak ada jalan keluar mengatasi keterbatasan pemain. Satu-satunya jalan keluar adalah mencari pemain baru untuk putaran kedua," ujarnya.
Menurut Yunus, untuk menyiasati aturan itu, mulai saat ini GOR Ragunan mulai membina pemain untuk Liga KG U-14 musim 2014. "Pemain untuk musim depan sudah mulai dibina. Kami tak mau mengambil pemain dari luar. Kami yakin dengan kemampuan kami membina pemain," ujarnya.
Menurut pelatih SSB Jayakarta Sukarna, jika tak ada aturan itu, semua tim pasti tergoda untuk memainkan pemain pelapis selama 5-10 menit dan memainkan pemain inti selama mungkin. Sukarna yakin semua SSB menghadapi persoalan kemampuan fisik ataupun teknik pemain yang tidak merata.
"Pemain dan orangtua pemain senang dengan aturan itu karena bisa tampil maksimal. Namun, pemain harus meningkatkan kemampuan dengan menambah porsi latihan karena mereka sekarang bermain minimal 15 menit," ungkapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.