MEXICO CITY, KOMPAS.com — Satu ledakan besar mengguncang kantor pusat perusahaan minyak negara Pemex di Mexico City, Kamis (31/1/2013). Kejadian itu menyebabkan sejumlah orang terluka dan kerusakan pada gedung tersebut.
Pihak Pemex mengatakan, gedung itu sudah dikosongkan, tetapi tidak menjelaskan penyebab ledakan. Sebelum mengumumkan terjadinya ledakan, perusahaan itu mengatakan ada masalah pasokan listrik pada bangunan tersebut.
"Terjadi ledakan di gedung B2 di kantor pusat," ungkap Pemex melalui akun Twitter perusahaan.
Televisi Meksiko menayangkan suasana di lokasi pasca-ledakan. Terlihat puing-puing berserakan di bagian bawah gedung 54 lantai itu, sementara para korban luka diangkut dengan tandu.
Media lokal melaporkan 22 orang terluka dalam kejadian itu dan satu orang lainnya tewas di dalam gedung.
Pemex merupakan perusahaan penghasil minyak mentah terbesar keempat dunia dengan produksi 2,5 juta barrel minyak per hari.
Ini bukan kejadian ledakan pertama yang dialami fasilitas Pemex. Tahun lalu, sebuah ledakan besar yang menewaskan 30 orang terjadi di sebuah kilang minyak milik Pemex di Reynosa, tak jauh dari perbatasan Amerika Serikat.
Insiden terburuk lainnya terjadi pada Desember 2010 ketika sebuah pipa minyak di San Martin Texmelucan meledak gara-gara dibor kawanan pencuri. Dua puluh sembilan orang tewas dan lebih dari 50 orang terluka dalam peristiwa itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.