JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak mendatar (sideways). Hal ini disebabkan IHSG mengalami jenuh beli (overbought).
Analis Trust Securities Reza Priyambada menjelaskan IHSG masih kembali membentuk hammer yang menggambarkan masih adanya pola penahan untuk daya beli. "Terlihat kenaikan yang terjadi tidak terlalu signifikan. IHSG pun masih akan bergerak variatif cenderung sideways," kata Reza di Jakarta, Jumat (1/2/2013).
Menurut Reza, perdagangan IHSG hari ini masih akan menunggu data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) soal inflasi maupun dari neraca perdagangan ataupun angka-angka asumsi makro lainnya.
Di sisi lain, rilis penurunan beberapa emiten di China, terutama properti diharapkan tidak terulang kembali pada hari ini. Begitu juga dengan bursa global yang terkena dampak rilis GDP kuartalannya yang bertumbuh lebih rendah dari perkiraan.
Begitupun dengan bursa saham Eropa yang juga negatif setelah rilis GDP kuartalan Spanyol dan business confidence Italia yang lebih rendah dari sebelumnya.
Perdagangan IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada support 4.425-4.439 dan resistance 4.460-4.465. Sementara rekomendasi sahamnya antara lain UNVR, ROTI, SMGR, INDF, BBNI, ITMG, BMRI, CPIN, SSIA dan CTRS.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.457,66 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.431,16 (level terendahnya) jelang akhir sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.453,70.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.