28 Februari 2013

KOMPAS.com: Kuasa Hukum: Titi-Aksan Gagal Berdamai

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Kuasa Hukum: Titi-Aksan Gagal Berdamai
Feb 28th 2013, 05:43

JAKARTA, KOMPAS.com -- Sidang gugatan cerai artis peran Titi Rajo Bintang--sebelumnya bernama Titi Sjuman--terhadap suaminya, musisi Sri Aksana Sjuman (Wong Aksan) kembali digelar di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan.

Sidang yang mengagendakan mediasi antara Titi dan Aksan kembali gagal karena  Aksan sebagai tergugat kembali tak menghadiri persidangannya. "Mediasi gagal, karena Pak Aksan enggak datang, dilanjutkan sidang pembuktian. Ya, tidak bisa didamaikan lagi," ujar Rudhi Mukhtar SH, kuasa hukum Titi, dalam wawancara di PA Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2013).

Indikasi gagalnya mediasi, menurut Rudhi, dapat disimpulkan setelah tak ada satu pun pihak Aksan yang hadir di sidang mediasi meski telah dipanggil majelis hakim. "Tetap dipanggil tapi beliau enggak ada. Perwakilannya enggak tahu, tapi enggak bisa cerita, sudah masuk materi. Nanti dipanggil sekali lagi," jelas Rudhi.

Titi yang menikah pada 15 Agustus 2004 melayangkan gugatan cerai terhadap Aksan melalui PA Jaksel dan terdaftar sejak 31 Januari 2013. Ketika itu, meskipun gugatan cerai tersebut belum disidangkan, mereka telah pisah rumah.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

KOMPAS.com: Rahasia Tanaman, Mood Booster di Area Berbincang

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Rahasia Tanaman, Mood Booster di Area Berbincang
Feb 28th 2013, 05:43

www.houzz.com

Menempatkan tanaman di sisi sofa bisa melembutkan suasana yang dibangun oleh bidang-bidang kaku material bangunan.

www.houzz.com

Tanaman tak hanya menghasilkan visual yang indah dan O2 di siang hari. Kesegarannya di siang hari dapat dimanfaatkan maksimal untuk memancing ide-ide segar saat beraktivitas.

www.houzz.com

Tanaman tak hanya menghasilkan visual yang indah dan O2 di siang hari. Kesegarannya di siang hari dapat dimanfaatkan maksimal untuk memancing ide-ide segar saat beraktivitas.

www.houzz.com

Tanaman masih bisa membuat efek dramatis saat diberi pencahayaan dari sisi bawah atau samping. Teksturnya yang dinamis bisa dimanfaatkan untuk memberi keindahan saat cahaya hanya bersumber dari beberapa titik saja.

KOMPAS.com - Menempatkan tanaman di sisi area berbincang seperti teras atau bahkan ruang keluarga bisa jadi mood booster saat bercengkrama. Tanaman bikin suasana segar, nyaman dan menyenangkan!

Tanaman tak hanya menghasilkan visual yang indah dan O2 di siang hari. Kesegarannya di siang hari dapat dimanfaatkan maksimal untuk memancing ide-ide segar saat beraktivitas. Menempatkan tanaman di sisi sofa bisa melembutkan suasana yang dibangun oleh bidang-bidang kaku material bangunan.

Bagaimana saat malam hari? Tak perlu khawatir. Tanaman masih bisa membuat efek dramatis saat diberi pencahayaan dari sisi bawah atau samping. Teksturnya yang dinamis bisa dimanfaatkan untuk memberi keindahan saat cahaya hanya bersumber dari beberapa titik saja.

Silahkan dicoba!

(Indra Zaka Permana)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

KOMPAS.com: Ledakan Bom Picu Tawuran Siswa di Saparua

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Ledakan Bom Picu Tawuran Siswa di Saparua
Feb 28th 2013, 05:43

SAPARUA, KOMPAS.com - Siswa dari dua desa bertetangga di Pulau Saparua yakni siswa Desa Porto dan Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, terlibat tawuran.

Tawuran terjadi saat sebuah bom yang diledakkan orang tidak dikenal mengguncang kawasan halaman sekolah SMK swasta yang berlokasi di Desa Tiouw, Rabu (27/2/2013) sekitar pukul 12.30 WIT.

Wakapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Komisaris Polisi, Suratno kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (28/2/2013) mengatakan, tidak ada korban jiwa saat ledakan terjadi, namun akibat ledakan itu memicu terjadinya tawuran antarsiswa Desa Porto dan Haria yang saat itu sedang mengikuti pelajaran di sekolah tersebut.

"Mulanya terjadi ledakan bom di halaman sekolah SMK. Dari situ lalu memicu adanya ketegangan antarsiswa, mereka saling ejek, dan terjadilah tawuran," terang Suratno.

Suratno mengungkapkan, pascaledakan tersebut, kedua kelompok siswa ini saling menyerang dan saling lempar dengan batu, akibatnya dua siswa mengalami luka-luka. "Ada dua siswa yang terkena pukul dan dan luka karena terkena lemparan batu," ungkap Suratno.

Usai peristiwa itu, kata Suratno, polisi langsung menuju tempat kejadian perkara untuk menghentikan tawuran.  Dari olah TKP, polisi menemukan barang bukti berupa serpihan bom di lokasi. "Polisi menemukan kawat dan serpihan bom di lokasi ledakan. Saat ini polisi masih menyelidiki kasus ini,"ungkapnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

KOMPAS.com: Aplikasi Telepon Pintar untuk Tes Urine

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Aplikasi Telepon Pintar untuk Tes Urine
Feb 28th 2013, 05:43

Teknologi

Aplikasi Telepon Pintar untuk Tes Urine

Kamis, 28 Februari 2013 | 12:20 WIB

Dibaca:

Aplikasi Telepon Pintar untuk Tes UrineUchek/BBC Aplikasi Uchek pada telepon pintar diklaim bisa digunakan untuk melakukan pemeriksaan urine dan kondisi kesehatan lainnya.

LOS ANGELES, KOMPAS.com - Uchek, Sebuah aplikasi telepon pintar yang menggunakan kamera telepon bisa digunakan untuk menganalisa urine dan memeriksa serangkaian kondisi medis.

Aplikasi ini dipamerkan dalam konferensi Teknologi, Edukasi dan Desain, TED, di Los Angeles.

Uchek diklaim bisa digunakan untuk memeriksa 25 masalah kesehatan berbeda dan bisa membantu diagnosa dan mengobati penyakit di negara berkembang.

Aplikasi ini dikembangkan oleh seorang peserta konferensi TED, Myshkin Ingawale, seorang ilmuwan asal India.

"Saya ingin tes kesehatan medis bisa digunakan di 'tangan' pengguna,'' katanya kepada BBC.

Urine dapat diuji untuk kehadiran dari 10 elemen - termasuk glukosa, protein, dan nitrit.  

Bagan Warna

Aplikasi ini disebut dapat digunakan untuk menentukan berbagai kondisi, termasuk diabetes, infeksi saluran kemih, kanker, masalah hati serta digunakan untuk melacak kesehatan umum.

Para pengguna hanya mengumpulkan urine mereka dan mencelupkan kertas uji standar ke dalamnya.

Kertas uji standar itu kemudian ditempatkan di sebuah tatakan dan kemudian difoto.

Setelah difoto, aplikasi ini kemudian akan menganalisanya dan mengungkapkannya dengan warna yang tergantung pada kondisi yang dialami.

Aplikasi ini akan tersedia di toko aplikasi Apple mulai akhir Maret dengan harga US$20 atau sekitar Rp193.500, termasuk tatakan dan lima kertas celup.

Saat ini Uchek hanya tersedia untuk iPhone tetapi versi Android menurut Ingawale akan menyusul.

Aplikasi di telepon pintar ini diharapkan bisa membantu meningkatkan kualitas kesehatan di negara-negara berkembang.

Menurut GSMA, organisasi yang mewakili industri telepon seluler, layanan kesehatan melalui piranti bergerak ini bisa membantu satu juta nyawa di Afrika dalam lima tahun ke depan.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

KOMPAS.com: Identitas Jasab Bocah di Semanggi Hampir Terungkap

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Identitas Jasab Bocah di Semanggi Hampir Terungkap
Feb 28th 2013, 05:43

Identitas Jasab Bocah di Semanggi Hampir Terungkap

Penulis : Alsadad Rudi | Kamis, 28 Februari 2013 | 12:26 WIB

Dibaca:

Identitas Jasab Bocah di Semanggi Hampir TerungkapKOMPAS Ilustrasi : Jembatan Semanggi

JAKARTA, KOMPAS.com - Identitas jasad bocah yang ditemukan di selokan tidak jauh dari Jembatan Semanggi pada Senin (18/2/2013) sekitar pukul 16.30 WIB hampir terungkap. Mayat yang saat pertama kali ditemukan sudah dalam kondisi 12-15 jam pasca kematiannya tersebut untuk sementara diketahui bernama Syahrul, seorang pelajar SD yang beralamat di Penjaringan, Jakarta Utara.

Menurut Kanit Reskrim Polsektro Kebayoran Baru Kompol Andre Librian, identitas jasad untuk sementara diketahui setelah ada sebuah keluarga yang mengenali ciri-ciri fisik yang ada pada tubuh korban. "Ibu, om serta nenek mengakui itu dia. Ada tanda yag dimiliki dan diakui dari keluarga," kata Andre saat dihubungi Kompas.com, Kamis (28/2/2013).

Pihak keluarga yang sementara mengakui itu Syahrul mengatakan, jika yang bersangkutan menghilang dari rumah sejak Sabtu (16/2/2013) sore. Namun, pihak kepolisian tidak mau gegabah langsung menetapkan identitas bocah tersebut hanya berdasarkan pengakuan keluarga. Untuk itu, polisi tetap melakukan otopsi dan tes DNA terhadap jenazah bocah tersebut.

"Langkah scientific identification tetap dilakukan karena jangan sampai kepolisian memberikan jenazah ke keluarga yang salah," kata Andre.

Polisi telah memastikan bahwa jenazah bocah laki-laki yang ditemukan di selokan air yang terletak di antara jembatan Semanggi dan Halte Busway Polda tersebut merupakan korban pembunuhan. "Dari kondisi kemungkinan mati akibat kekurangan oksigen dengan tidak wajar. Selain itu ada ditemukan luka pada bibir bagian dalam," kata Kapolsektro Kebayoran Baru AKBP Adex Yudiswan, Selasa (19/2/2013) di Mapolrestro Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Namun sampai saat ini, polisi belum dapat memastikan lebih lanjut mengenai pelaku dan tempat terjadinya pembunuhan karena masih dilakukan proses penyelidikan.

Editor :

Hertanto Soebijoto

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

KOMPAS.com: KPK Kembali Periksa Anak Hilmi Aminuddin

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
KPK Kembali Periksa Anak Hilmi Aminuddin
Feb 28th 2013, 05:43

KPK Kembali Periksa Anak Hilmi Aminuddin

Penulis : Icha Rastika | Kamis, 28 Februari 2013 | 12:26 WIB

KOMPAS/ALIF ICHWAN

Putra Ketua Majelis Syuro PKS Ustad Hilmi, Ridwan Hakim, keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (25/2/2013). Ridwan diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Panggilan ini merupakan panggilan kedua setelah dalam jadwal pemeriksaan awal pada 15 Februari 2013, Ridwan tidak memenuhi agenda pemeriksaan KPK, karena berada di luar negeri.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menjadwalkan pemeriksaan Ridwan Hakim sebagai saksi terkait penyidikan kasus dugaan suap dalam penetapan kuota impor daging sapi, Kamis (28/2/2103). Ridwan adalah anak Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin.

"Diperiksa sebagai saksi," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Rabu (28/2/2013). Pemeriksaan Hilmi ini merupakan yang kedua, setelah KPK memeriksanya pada Senin (25/2/2013).

Sebelumnya Ridwan satu kali mangkir dari panggilan KPK. Dia terbang ke Turki sehari sebelum dicegah bepergian ke luar negeri. Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas sebelumnya mengungkapkan, Ridwan berperan dalam bisnis daging sapi yang tengah disidik KPK ini.

Menurut Busyro, KPK telah mengkaji masalah kartel di bisnis daging sapi. Hasilnya kajian KPK antara lain menyebutkan ada partai tertentu yang bermain dalam bisnis daging sapi ini.

"Bisnis kartel ini pelaku bisnisnya sangat mengandalkan patrolnya. Tidak perlu orang expert (ahli), yang penting adalah lobi-lobi, siapa yang nyuap. Kaidah hukum diterjang, kaidah agama diterjang, bisnis bidang ini adalah bisnis kartel berkaitan dengan importasi," ujar Busyro beberapa waktu lalu.

Dalam kasus dugaan korupsi impor daging sapi, KPK telah menetapkan empat tersangka. Mereka adalah Luthfi Hasan Ishaaq, teman dekat Luthfi, Ahmad Fathanah, serta dua direktur PT Indoguna Utama, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi.

Luthfi bersama-sama Fathanah diduga menerima Rp 1 miliar dari Juard dan Arya terkait kuota impor daging sapi untuk PT Indoguna Utama. Informasi dari KPK juga menyebutkan kalau Ridwan diduga berperan dalam menyambung lidah antara Luthfi dengan pihak pengusaha daging.

Selain memanggil Ridwan, KPK hari ini kembali memanggil Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Irwantoro untuk diperiksa sebagai saksi. Syukur yang memenuhi panggilan pemeriksaan pagi tadi itu enggan berkomentaar saat diberondong pertanyaan wartawan.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Skandal Suap Impor Daging Sapi

Editor :

Palupi Annisa Auliani

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

KOMPAS.com: Pengumuman Rasis di Restoran di Beijing Sulut Kemarahan

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Pengumuman Rasis di Restoran di Beijing Sulut Kemarahan
Feb 28th 2013, 04:41

Rambu di sebuah restoran di Beijing yang menyatakan tidak menerima warga dari negara-negara yang terlibat sengketa maritim dengan China, dan anjing, telah memicu gelombang kemarahan warga Vietnam dan Filipina di media online.

Restoran Beijing Snacks yang terletak dekat Kota Terlarang, sebuah tempat wisata populer, telah memasang sebuah rambu di pintunya yang berbunyi "Toko ini tidak menerima orang Jepang, Filipina, Vietnam dan anjing-anjing."

Foto-foto tentang rambu kontroversial itu menyebar luas dalam forum-forum berbahasa Vietnam dan terpampang di surat kabar dan situs-situs di Filipina pada Rabu.

Harian Vietnam, Tuoi Tre, yang dikelola negara memuat berita yang mengatakan tanda itu telah "memicu kemarahan online". Harian itu menyatakan, banyak warga Vietnam merasa itu merupakan contoh lain dari "nasionalisme ekstrem China yang layak dikecam".

"Itu bukan patriotisme, itu ekstremisme bodoh," tulis Sy Van dalam bahasa Vietnam pada kolom komentar di bawah berita itu, yang diterbitkan di situs web koran tersebut.

Rambu itu memprovokasi ribuan posting di situs jejaring sosial Vietnam dan kolom komentar. "Hal itu mengajarkan kebencian bagi generasi muda," tulis pengguna Facebook, Andrea Wanderer, dalam bahasa Vietnam. "Pemilik restoran itu jelas telah telah dicuci otaknya oleh pemerintah mereka," tambah pengguna Facebook Chung Pham.

Warga Filipina beragam dalam menyambut foto itu, ada yang marah tapi ada menanggapinya dengan lelucon. "Rasisme Mencolok di Restoran Beijing," tulis jurnalis Veronica Pedrosa dalam kicauannya di Twitter yang tersebar luas. Sementara pengguna Facebook, Rey Garcia, menggunakan kolom komentar di situs berita untuk menanggapi. Ia menulis, ??"Siapa peduli, mereka (China) hampir memasak apa saja, bahkan janin dan kuku."

Vietnam dan Filipina terlibat dalam sengketa wilayah yang panjang dengan China di Laut China Selatan. Sementara China dan Jepang terlibat sengketa sengit atas sejumlah pulau di Laut China Timur.

Editor :

Egidius Patnistik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions